14 Kegagalan Dalam Interview Pekerjaan

interview

Salah satu urutan dalam proses seleksi karyawan adalah wawancara atau interview kerja yang dapat menentukan nasib para pencari kerja. Hasil interview kerjamu merupakan salah satu penentu yang menyatakan layak atau tidaknya kamu untuk dipekerjakan di perusahaan tertentu. Semua orang yang melamar kerja pasti akan melakukan yang terbaik sebisa mereka agar bisa bekerja di peran atau perusahaan yang mereka impikan. Namun ternyata banyak orang yang mengalami kegagalan karena tidak lolos dalam wawancara kerja. 

Berikut 10 Kegagalan Dalam Interview Pekerjaan
1. Penjelasan mengenai visi karir yang kurang jelas

Pernahkah kamu ditanya hal ini, “bagaimana Anda melihat diri Anda dalam sepuluh tahun ke depan?” Ini sebenarnya hal yang klise, tetapi bisa sangat mempengaruhi penilaian pihak perusahaan terhadap diri pelamar.Misalnya, jika kamu melakukan wawancara untuk pekerjaan di media sosial dan kamu mengatakan bahwa kamu ingin menjadi direktur kreatif, pihak perusahaan mungkin akan bertanya-tanya, mengapa kamu tidak melamar untuk pekerjaan desain.

Dengan mengajukan pertanyaan ini, perekrut ingin tahu apakah kamu bisa membuat perencanaan pertumbuhan karirmu dengan perusahaan mereka,apakah sejalan dengan peran yang kamu lamar dan bisa menguntungkan bagi perusahaan atau tidak.Oleh karena itu, kamu harus menyiapkan jawaban yang sesuai antara kemampuanmu, peran pekerjaan, dan perusahaan.

2. Tidak cocok satu sama lain

Jika kamu gagal dalam tahap interview sehingga tidak mendapatkan pekerjaan yang kamu mau, bukan berarti kamu tidak memiliki bakat, semangat, atau masa depan di bidang yang kamu kejar.Perusahaan memiliki nilai-nilai sendiri yang mereka terapkan untuk melakukan apa yang ingin mereka hasilkan.Setiap karyawan juga pasti memiliki nilai diri yang masing-masing dipegang teguh.

Nilai-nilai ini bisa jadi visi, misi, tujuan, budaya bekerja, hingga kepribadian pihak perusahaan dan pelamar. Salah satu contohnya adalah beberapa manajer ingin memiliki karyawan yang tidak banyak bicara, sementara tidak sedikit pula manajer yang ingin calon karyawannya aktif bertanya. Bisa jadi kamu ditolak karena kamu adalah orang yang penasaran akan banyak hal, namun manajer di perusahaan impianmu lebih suka dengan karyawan yang ‘iya-iya saja’.Kabar baiknya, kamu bisa direkomendasikan kepada perusahaan lain yang lebih cocok denganmu dan membuka kesempatan yang lebih baik untukmu.

3. Kamu tidak menindaklanjuti proses melamar kerja

Perusahaan jelas menantikan follow up dan ucapan terima kasih yang menunjukkan bahwa kamu menginginkan pekerjaan itu. Jika kamu tidak menindaklanjuti, perusahaan bisa beranggapan bahwa kamu tidak peduli dengan lamaranmu, serta menganggap kamu tidak betul-betul menginginkan pekerjaannya.

4. Kamu dinilai overqualified

Jika kamu pernah bekerja selama bertahun-tahun dan telah melakukan pekerjaan yang jauh lebih maju daripada apa yang perusahaan butuhkan, kemungkinan besar kamu tidak akan diterima. Mungkin kamu akan berpikir bahwa ini konyol dan tidak adil, kemudian muncul pertanyaan “bukankah jika memiliki pengalaman yang lebih akan lebih menguntungkan perusahaan karena kamu lebih mumpuni dalam bekerja?” Namun perusahaan memiliki pandangan lain mengenai ini.Mengapa demikian? Karena kamu akan bosan dan bisa saja menganggap sepele pekerjaan yang kamu lakukan.

Perusahaan biasanya ingin semua orang yang mereka rekrut bisa merasa tertantang, mengambil langkah-langkah ke depan, dan selalu berkembang.Selain itu, perusahaan juga berpikir bahwa semakin mumpuni kualifikasi dan pengalaman mu, maka ekspektasi gajimu juga akan lebih besar dari kandidat lain.

Perusahaan khawatir tidak bisa memenuhi ekspektasimu karena belum tentu memiliki budget sebanyak itu, jadi mereka akan lebih memilih kandidat yang memiliki kualifikasi sesuai dengan lowongan yang ditawarkan. Maka dari itu, sebaiknya kamu mencari pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi mu untuk menghindari kegagalan yang disebabkan dengan kriteria overqualified.

5. Kamu kurang persiapan

Sebelum menghadiri wawancara, minimal kamu harus membawa salinan dari CV-mu. Perekrut mungkin saja kehilangan atau kesulitan menemukan CV yang sudah kamu kirim sebelumnya karena tertimbun tumpukan CV kandidat lain. Akan lebih mempersingkat waktu apabila kamu membawa salinan CV-mu. Selain itu, jangan lupa siapkan berkas lainnya yang mendukung lamaranmu.

Misalnya, jika kamu ingin melamar menjadi penulis, kamu juga harus membawa contoh karya tulisanmu yang pernah diterbitkan untuk ‘dipamerkan’ ke pewawancara. Hal-hal seperti ini bisa memberikan kesan pertama yang baik di mata perekrut. Kegagalan semacam ini bisa menjadi contoh proses rekrutmen dan seleksi karyawan.

6. Tidak mencari tahu tentang perusahaan sebelum sesi wawancara

Sebelum wawancara, kamu harus melakukan riset sederhana tentang perusahaan yang akan kamu tuju. Dengan cara itu, kamu bisa mendapatkan referensi tentang perusahaan tersebut. Beberapa pewawancara akan menanyakan pertanyaan mengenai perusahaan dan apa saja yang kamu ketahui tentang perusahaan mereka guna mencari tahu bahwa kamu antusias kepada perusahaan tersebut.

Antusiasme mu menunjukkan bahwa kamu serius menginginkan pekerjaan tersebut dan memang sudah siap untuk bergabung dengan perusahaan. Memiliki wawasan tentang perusahaan bisa menjadi nilai plus yang diperhitungkan oleh perusahaan.

7. Kamu gugup berlebihan selama interview berlangsung

Perasaan gugup adalah hal yang wajar dirasakan oleh orang-orang yang melaksanakan interview kerja. Namun, perasaan ini bisa mengganggu kelancaran interview-mu kalau tidak bisa kamu kontrol.Jika kamu gugup selama interview, ada kemungkinan bahwa kamu akan melupakan poin-poin penting dari pembicaraan utama, atau menjawab sekenanya tentang pertanyaan yang diajukan sehingga jawaban yang kamu berikan tidak memuaskan perekrut.

Usahakan untuk berlatih terlebih dahulu dan  melakukan persiapan dengan sebaik mungkin sebelum melakukan wawancara agar kamu bisa tetap tenang selama mengantisipasi pertanyaan yang akan diberikan. Selain itu, jangan berpikir bahwa kamu akan gagal sebelum diwawancara karena itu bisa membuat pikiranmu semakin tidak tenang.

8. Tidak memiliki pertanyaan yang baik pada akhir sesi wawancara

Memiliki pertanyaan untuk diajukan kepada perekrut menandakan bahwa kamu menyimak dengan baik sesi wawancara dan tertarik untuk bekerja di perusahaan tersebut. Hindari pertanyaan umum, seperti pertanyaan mengenai job description, yang seharusnya jawabannya bisa kamu temukan di iklan lowongan kerja yang kamu lamar. Hal tersebut bisa menjadi boomerang karena memperlihatkan bahwa kamu tidak memperhatikan dengan cermat, dan bisa dianggap kurang siap untuk bekerja.

9. Membicarakan kejelekan perusahaan atau atasan muyang sebelumnya

Jika kamu pernah bekerja sebelumnya, kamu akan ditanya mengenai alasan mu resign dari pekerjaan tersebut. Seburuk apapun kondisinya, kamu harus bisa menjawab pertanyaan ini tanpa menjelek-jelekkan perusahaan dan/atau atasan lamamu. Berkata buruk mengenai pekerjaanmu sebelumnya akan memberikan impresi yang negatif karena perekrut akan berpikir bahwa nantinya kamu bisa melakukan hal yang sama ketika memutuskan resign dan pindah ke perusahan lain.

10. Bertanya soal benefit dan gaji di saat yang tidak tepat

Pertanyaan mengenai gaji dan keuntungan lainnya adalah hal yang kurang etis untuk ditanyakan pada saat interview kerja, kecuali perekrut sendiri yang menanyakan tentang ekspektasi gajimu. Pasalnya, di Indonesia sendiri biasanya terdapat sesi terpisah yang diadakan untuk membicarakan tentang hal tersebut. Maka dari itu, sebaiknya kamu simpan pertanyaan mengenai benefit dan gaji di perusahaan tersebut hingga di waktu yang tepat.

4 Hal Penting Saat Gagal Melamar Pekerjaan
1. Kirimkan email pada pewawancara

kirim email

Menerima surat pemberitahuan tidak lolos wawancara memang bukan sesuatu yang menyenangkan, apalagi jika kamu sudah sangat mengharapkan diterima di perusahaan tersebut. Namun kondisi seperti ini bukanlah akhir dari segalanya, sebab bisa saja di lain kesempatan kamu justru mendapatkan panggilan wawancara lainnya di perusahaan tersebut. Jangan lupa untuk membalas email dari pewawancara sesaat setelah kamu menerima pemberitahuan tidak lolos.

2. Tetap terhubung dengan pewawancara

tetap terhubung dengan pewawancara

Koneksi menjadi salah satu aset penting dalam mengembangkan karir, jadi jangan pernah lupakan hal tersebut. Meski hanya berhubungan selama beberapa saat dengan pewawancara, pastikan kamu tetap menjaga koneksi dengan baik. Jika kamu tidak diterima bekerja saat ini, maka di lain kesempatan hal tersebut tentu mungkin saja terjadi.Kamu bisa saja dibutuhkan dalam posisi lainnya di perusahaan atau bahkan di posisi yang sama di masa yang akan datang. Biasakan untuk tetap menjaga koneksi dengan pihak perusahaan, terutama dengan pewawancara. Hal ini bisa kamu lakukan dengan banyak cara, termasuk dengan terhubung melalui media sosial atau bahkan LinkedIn yang lebih profesional.

3. Refleksikan proses wawancara

refleksikan proses wawancara

Jangan membiarkan kegagalan berlalu begitu saja, tanpa mempelajari sesuatu yang berguna di dalamnya. Hal ini juga berlaku ketika kamu gagal dalam wawancara. Saat kamu tidak lolos dalam sesi wawancara, maka luangkan waktumu untuk merefleksikan kembali proses wawancara tersebut secara detail.Cek kembali persiapan kamu selama melamar pekerjaan, agar kamu bisa memahami apa saja yang membuat kamu gagal.

4. Tetaplah semangat untuk wawancara berikutnya

semangat untuk wawancara berikutnya

Meski tidak mudah, hindari untuk terpuruk setelah gagal diterima kerja di sebuah perusahaan. Jangan menyalahkan diri sendiri atau bahkan merasa kamu tidak mampu untuk mendapatkan pekerjaan. Di luar sana, ada banyak pekerjaan lainnya yang siap untuk kamu perjuangkan. Saat kamu ditolak oleh perusahaan, maka hal tersebut tidak semata-mata hanya karena kamu tidak kompeten saja, sebab bisa saja kandidat lainnya memang dirasa lebih tepat oleh pihak perusahan.

baca juga

10 Cara Mengatasi Rasa Pemalu dan Cara Menjadi Berkepribadian Diri Sendiri di Dalam Dunia Kerja

Apa Itu Pengertian Strategi Pemasaran, Tujuan, 5 Pengaruh Dan Pentingnya Bagi Perusahaan

Membuat dan Memasang Iklan Lowongan Kerja yang Baik : dan 15 contohnya

Tips Meningkatkan Skill Teknis yang Diperlukan di Dunia Kerja

Tinggalkan komentar